Teras depan rumah

Yang baru…

Apa saja

Kepada Amato Assagaf: Guru, kakak sekaligus sahabat. Dear amato,Di beranda, aku melihat banyak doa warna warni dengan harapan pada Tuhan yang rupa-rupa untuk tubuhmu yang terbaring, berbalut selimut. Matamu terpejam dan wajahmu yang melayang. Aku tak ingin bedoa, entah karena telah banyak doa, atau sebab Tuhan tau apa yang seharusnya.Aku memintamu, bangunlah dan tulislah kata-kata […]

Arena

Cinta ini seumpama arena, dan kita yang sedang bermain-main di dalamnya. Pada matamu aku jatuh, pada tubuhku kamu terkapar. (Catatan kecil – MLW)

Rindu terbakar, aku mengabu

Di aryaduta,Malam ku ditabrak kenangan,Aroma kopi, asin keringat, desahan parau, serta siluet lekuk payudara yang mengguncang seirama derit ranjang tua,Membayang dibawah temaram lampu kamar,Lalu mengabur bersama kepul asap lucky strike dari bibirmu yang senyum. Di aryaduta,Malam ku gigil di guyur kenangan, mengalir di bathub, penutup kloset duduk, hingga wastafel dengan kaca besar di depannya.Ada bayang […]

Sebab ingatan adalah sebaik baik rumah bagi kenangan yang tidak memilih mati. Dan menuliskannya adalah sebaik baik cara dalam merawatnya tetap hidup.

Sebelum dibunuh lupa.

Rahmillah ukoli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s